oleh

Diduga Lamaran Ditolak Rumah Warga Kuin  Gang Rahmat Diteror

Banjarmasin, BARITO – Kaca rumah seorang warga Gang Rahmat RT 10  Kuin Utara Banjarmasin  Utara  pecah karena ditimpuk dengan batu besar, Minggu (9/6/2019) Subuh  sekitar pukul 04.00 Wita. Subli (47) pemilik rumah yang tidak jauh dari gang jalan raya itu sempat mengejar terlapor  saat kabur menggunakan motor.

Suami dari Ainun  (47) ini pun tak bisa mengejar pria tersebut sebab ketinggalan jauh bahkan hingga terjatuh. Sebelumnya  karyawan PT Pulau Baru ini sudah bangun subuh, kemudian ayah dua anak itu kaget karena tiba-tiba ada lemparan batu besar ke kaca rumahnya.

Kaca sebelah kanan pintu depan pun pecah, beruntung batu itu tidak mengenai mereka. “Saat itu saya di kamar baru bangun bersama suami,  karena ada kaca pecah dan ada batu di dalam rumah suami saya langsung mengejar pelaku yang langsung kabur,”sebutnya saat ditemui Barito Post.

Padahal sebelumnya  Subli baru jaga malam sampai pukul 02.00 Wita, pasalnya ia harus  mengantisipasi kejadian sebelumnya. Yakni terbakarnya spanduk di pagar sekaligus garasi hingga spakboar motor Honda Scoopy terbakar dan bangku plastic juga terbakar.

Ainun mengatakan, pihaknya sudah melaporkan  ke Polsek Banjarmasin Utara waktu awal kejadian Kamis (7/6/2019), terutama spanduk yang dibakar yang menempel di pagar. Akibat teror dari seseorang itu  keluarga Subli menjadi gelisah.

Menurut ibu rumah tangga itu menduga, tersangka sudah dikenal mereka, yakni orang yang ingin melamar anaknya, namun ditolak R yang berusia 19 tahun dan  kedua  orang tuanya. Karena marah pria warga Sungai Lulut itu diduga melakukan teror hingga dua kali.

Bahkan sebelum terjadi teror itu, R terpaksa berhenti bekerja guna menghindari terlapor dan kini anak gadisnya diungsikan ke tempat lain. “Kami sudah lapor polisi Kamis kemarin usai kejadian Rabu malam waktu spanduk pagar garasi dibakar,”ujarnya.

Ainun mengutip, dari informasi pihak kepolisian dijelaskan tidak bisa menangkap terlapor, dengan alasan tidak ada saksi terkait kejadian tersebut. Namun untuk barbuk sudah dibawa ke polisian pecahan kaca dan batu serta kursi plastik yang terbakar juga foto spakbor motor Honda Soopy dan ban lecet.

“Kami sudah usulkan agar jaga malam diaktifkan, namun harus menunggu persetujuan rapat warga lainnya,”terang Ainun. Sekedar diketahui terlapor menyukai anak korban dan sudah ditolak, namun masih nekat dengan cara melamar.

ndy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed