oleh

Dewan Inginkan Pembayaran Pajak Bermotor Dipermudah, Bakeuda Kalsel Sebut Pelayanan Libatkan 3 Instansi

Banjarmasin, BARITO – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melalui Komisi II membidangi ekonomi dan keuangan menginginkan proses pembayaran pajak kendaraan bermotor di setiap Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) wilayah Kalimantan Selatan harus dipermudah jangan sampai mempersulit wajib pajak yang ingin memenuhi kewajibannya.

Permintaan itu disampaikan Komisi II kepada Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel saat menggelar rapat dengar pendapat yang juga dihadiri Direksi Bank Kalsel di Lantai 4 Gedung DPRD Kalsel di Banjarmasin, Rabu (13/1/2021).

Harapan Komisi II agar pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor itu dipermudah bagi masyarakat yang jadi wajib pajak, tujuannya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, PAD mengalami penurunan, sehingga kondisi seperti ini harus jadi perhatian lebih pihak Bakeuda Kalsel bersama instansi terkait.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kalsel Imam Suprastowo kepada wartawan.

Imam Suprastowo mengatakan PAD yang bersumber dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan transport daerah dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, sehingga kondisi seperti ini harus jadi perhatian Bakeuda Kalsel bersama instansi terkait, salah satunya agar dipermudah pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor, kita cari solusi, yang paling mudah dan paling murah untuk masyarakat,” ucap Imam.

Imam Suprastowo menilai selama ini dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor, masyarakat selaku wajib pajak mengalami kesulitan dalam melakukan hal tersebut.

Politisi PDI Perjuangan ini menyarankan kepada Bakeuda Kalsel untuk melakukan pendekatan dengan pihak terkait karena masih ada UPTD yang mampu melakukannya.

Selain itu Imam berharap pihak terkait untuk dapat menjangkau daerah-daerah pelosok, mengingat masih ada masyarakat yang memerlukan fasilitas guna memudahkan mereka membayar pajak kendaraan bermotor.

Dalam rapat tersebut terungkap saat proses pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor, yang selama ini dinilai sulit terdapat pada pengesahan, sedangkan pembayaran pajak mudah, bahkan bisa melalui smartphone. Hal ini berlangsung pada tahun 2019, sedangkan pada tahun sebelumnya dinilai mudah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bakeuda Kalsel Agus Dyan Nur mengungkapkan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor ini terdapat tiga instansi yang menangani.

“Kita akan cari titik permasalahan. Kan ada prosedur yang harus dilakukan,” ucap Agus.

Agus melanjutkan yang namanya pelayanan itu tergantung manusia, sedangkan sistem dan

SOP sudah ada, selanjutnya tinggal menjalankannya saja.

 

Penulis : Sopian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed