oleh

Komisi III DPR RI Menilai Pemberantasan Narkoba Belum Maksimal

Banjarmasin, BARITO – Meskipun Jajaran Polda Kalsel sudah memberantas narkotika dengan keberhasilan temuan belasan kilogram sabu-sabu dan ineks beberapa waktu lalu, namun hal itu belum memuaskan pihak legislatif, Rabu (19/12). Ketua Komisi 3 DPR RI, Desmond J Mahesa menilai pemberantasan itu dianggap gagal, karena berbagai faktor.

Menurutnya, dari parameter masih banyaknya narapidana di pengadilan maupun terdakwa yang diadili untuk divonis penjara. Sementara antar Polda dengan BNNP Kalsel masih belum singkron, masing-masing jalan sendiri dalam melakukan pemberantasannya.

“Seharusnya semua koordinasi saling membantu dan bersama-sama dalam memberantas. sehingga tidak ada lagi temuan besar barbuk narkoba dan pelakunya menurun,”tambahnya usai kunjungan Komisi 3 DPR RI
Masa Reses Persidangan II Tahun Sidang 2018 – 2019 di Kalsel, Rabu (19/12) pagi.

Dalam Kunjungan Kerja legislatif itu dipimpin langsung Ketua Komisi 3, Desmon J Mahesa, juga didampingi anggotanya Bambang Heri Purnama serta Habib Abu Bakar, ketiga merupakan orang Banua. Bertempat di Aula Matilda Batlayeri Mapolda Kalsel,

Desmond menambahkan, akibat kegagalan itu, pertumbuhan di Lapas dari tahun ke tahun jumlahnya over kapasitas. Harusnya
antar pemerintah sinergi

Bahkan polda dan BNNP Kalsel belum selaras dengan alasan Keterbatasan dana maupun anggotanya. Yang paling sederhana, Rehabilitasi misalnya tentang narkoba ini sudah sangat parah, karena banyak dikirim ke Lido maupun RSJ Sambang Lihum.

Dari studi pihaknya di negara Thailand, Desmond mengatakan, proses rehabilitasi itu bagian dari hal yang utama karena mereka adalah korban kesandung narkotika.

Sementara peradilan dalam memutus juga memahami betul tentang persoalan tersebut agar sesuai tuntutan.

Terkait Lapas over kapasitas, hal itu merupakan kepekaan dari pemimpin di negeri ini dalam menyikapinya.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani menyikapi penilaian tersebut, dengan tenang ia menjawab bahwa persoalan pemberatasan narkoba dengan BNNP adalah tanggung jawab bersama. Karena itu pihaknya juga membantu atau support personil maupun kegiatan.

“Intinya masalah narkoba ini menjadi tanggung bersama. Jadi tidam ada keberhasilan parsial, namun keberhasilan itu ditopang dengan kerjasama yang baik,”sebutnya.

Dengan kerjasama yang baik akan menciptakan kekuatan untuk keamanan dan keberhasilan giat tersebut. Arsuma

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed