oleh

Desa Gunung Makmur Jadi Imbas

Pelaihari,BARITO – Tingginya curah hujan di minggu kedua bulan Januari 2021 ini membuat banjir dibeberapa kecamatan di Kabupaten Tanah Laut, dengan ketinggian sudah 1 meter.

Termasuk salah satunya tanggul bendungan di Kecamatan Takisung pun jebol lantaran terlalu banyaknya debit air yang ditampung. Pagi sekitar pukul 07.30 wita.

Tanggul yang berada di Desa Benua Tengah itu pun jebol sehingga imbas airnya meluber sampai ke Desa Gunung Makmur sebagai desa tetangga.

Data sementara dari Pemerintah Kecamatan Takisung menyebutkan ada sebanyak 65 KK atau 212 jiwa yang menjadi dampak dari jebolnya tanggul. Sementara pada Desa Benua Tengah warga sebanyak 43 KK atau 168 jiwa tempat tinggalnya pun terendam.

Hermawan Nindyo Wardyo kasi kemasyarakatan pada kantor Kecamatan Takisung Selasa, (12/1) mengatakan, dari bentuknya tanggul yang jebol memang terlihat lebih tipis lapisannya dan lebih rendah dari sisi tanggul yang lain.

“Banjir disebabkan oleh jebolnya tanggul waduk di Desa Benua Tengah disisi selatan pada pukul 07.00 wita, puncak genangan kepermukiman mulai pukul 08.00 – 12.00 wita, namun relatif surut, dan tanggul yang jebol dalam proses penangan Pemkab Tala. Warga sekitar yang rumahnya tidak terkena dampak saling bergotong royong mendirikan dapur umum,”katanya.

Sementara itu data dari PMI Tanah Laut menyebutkan, secara keseluruhan di Kabupaten Tanah Laut Selasa,(12/1) pada pukul 08.30 wita, data yang masuk ada sebanyak 2.624 KK atau 9.029 jiwa yang terdampak dengan sebaran pada Kecamatan Pelaihari, Bati-Bati, Kurau, Bumi Makmur, Tambang Ulang, Jorong dan Kintap dengan ketinggian air mencapai 150 cm.

Laporan dari Ahmad Zahit selaku kepala markas PMI Tanah Laut mengatakan, dalam kondisi saat sekarang Pemerintah Daerah menetapkan status tanggap darurat dan koordinasi lintas sektor. Kemudian BPBD Tala melakukan distribusi logistik dan evakuasi (bahan makanan dan minuman), Dinas Sosial Tala menyiapkan logistik berikut dapur umum dan pihak Kepolisian serta TNI melakukan evakuasi dan pengamanan.

“Yang menjadi kebutuhan adalah dapur umum set, personil dapur umumdan perahu karet, selain itu luasnya sebaran banjir banyak relawan PMI Tala juga terdampak sehingga tidak bisa memaksimalkan SDM yang ada,”katanya.

Bencana banjir dibeberapa kecamatan ini pun mengundang simpati dari berbagai kalangan,dalah satunya dari relawan Emergency Respone Cepat 113 Tanah Laut (RC 113) Tala.

Mereka membuka posko dan menerima bantuan untuk warga yang terdampak banjir diwilayah Pelaihari dan sekitarnya.

Ada pun bantuan yang sangat diperlukan berupa sembako seperti beras, mie instan,telur,gula,teh, kopi, minyak goreng serta air bersih.

Posko Tanggap Darurat Bencana RC 113 Tanah Laut berada di Jalan A Yani Rt 06 Rw 02 Angsau Pelaihari. Namun sumbangan berupa uang bisa ditransfer ke rekening Bank Kalsel 007.03.01.36456.5 atad nama Basaria Manullang.

Informasi dihimpun menyebutkan, jalan alternatif bagi arus lalu lintas dari Pelaihari menuju Banjarmasin dialihkan ke persimpangan Desa Martadah di Kecamatan Tambang Ulang, namun air juga sebagian menggenangi jalan alternatif tersebut namun juga relatif surut.

Sementara pada areal persawahan dibeberapa kecamatan salah satunya di Desa Pabahanan dan Desa Kunyit bagaikan hamparan lautan membentang.

Pada aliran-aliran sungai seperti sungai Kandangan yang berada didalam kota Pelaihari debit air meningkat.

Warga yang tinggal disekitar sungai pun bersiaga penuh jika air sungai meluap keperumahan mereka.

Penulis: Basuki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed