oleh

Demo Damai, LSM di Tala Berharap Diberi Pekerjaan

Pelaihari,BARITO-Kamis pagi,(15/10) sekitar pukul 10.00 wita pada teras kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Tala kedatangan tamu berkisar 10 orang, berikut dari sejumlah aparat dari Polsek Pelaihari dan Polres Tala.

Ke 10 orang tersebut menyampaikan aspirasi atau tuntutan untuk kali kedua ke PUPRP atas tuntutan mereka 3 bulan lalu dalam sebuah aksi damai, dan mereka 10 orang itu dibawah koordinasi LSM Merah Putih yang diketuai oleh M.Hardiansyah.

Nampak pula ketua LSM Merah Putih M.Hardiansyah atau biasa disapa Hardi itu memimpin kedatangannya bersama 10 orang tersebut.

Apa tujuan LSM Merah Putih dan massanya ke PUPRP ?

LSM Merah Putih menilai ada sebanyak ratusan juta rupiah proyek yang bersifaf Penunjukan Langsung (PL) yang hanya dikerjakan oleh kontraktor itu-itu saja,itu sebabnya LSM Merah Putih dengan suara lantang menyuarakan ingin meminta pekerjaan di DPUPRP Tala.

Aksi penyampaian aspirasi tahap dua oleh LSM Merah Putih ini diterima Sekretaris DPUPRP Tala Syahrudin, karena pada saat aksi pertama mereka beberapa waktu lalu itu diterima langsug Kadis PUPRP Tala Agus Sektiyaji.

Sekretaris PUPRP pun meminta perwakilan massa LSM Merah Putih melakukan dialog diruang kerjanya.

Dialog pun terjadi diruang kerja Sekretaris DPUPRP.

M.Hardiansyah pun memberikan surat kesekretaris DPUPRP, dimana tertera ada 7 buah kontraktor atau CV yang belum pernah mendapat pekerjaan dari proyek Pemkab Tala.

Usai melakukan dialog, ketua LSM Merah Putih dalam keterangan persnya dengan suara lantang mengatakan, kedatangan ke PUPRP sebagai tindak lanjut dari yang sudah dilakukan ke PUPRD tepatnya 3 bulan lalu terkait permintaan pekerjaan, bukan meminta duit karena siapapun dapat melakukan pekerjaan termasuk LSM pun boleh bekerja.

“Jadi inilah yang perlu ditindak lanjuti, kami meminta adanya kejelasan jawaban dari Kadis PUPRP Tala,”kata Hardiansyah.

Ia menambahkan, pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang ada di PUPRP, pekerjaan yang ringan-ringan saja seperti PL yang pagunya antara Rp 150 juta sampai Rp 200 juta,yang terpenting bisalah untuk berbagi pekerjaan, jangan hanya dimonopoli oleh orang-orang yang diduga ada keterkaitan di internal PUPRP atau yang masih ada hubungan keluarga, itu sebabnya pekerjaan harus adil dan merata diberikan karena diindikasikan ada ratusan juta nilainya pada pekerjaan PL yang ada di PUPRP ini.

Sementara isu diluaran kalau hanya tim sukses pada Pemilu Kepala Daerah di Kabupaten Tanah Laut tahun 2018 lalu, Hardiansyah menegaskan bahwa LSM Merah Putih juga merupakan tim sukses yang ikut berjuang, dan kinipun ingin pula mendapatkan pekerjaan.

“Kami harus dapat pekerjaan, kami tidak minta duit, dan kami ikut perang,”ucapnya.

Sementara itu Sekretaris PUPRP Syahrudin usai menerima aksi LSM Merah Putih mengatakan, mereka datang bersilaturahmi dan memang menyampaikan kembali dari kedatangan mereka beberapa waktu lalu.

“Menyangkut pekerjaan yang mereka minta,semua pekerjaan itu sudah ada di web site resmi Pemkab Tanah Luat dan itu terbuka,siapapun bisa mengaksesnya,”jelas Syahrudin.

Ia menambahkan, siapapun kontraktornya boleh bekerja, sepanjang persyaratan administrasinya juga lengkap. Mereka cukup mengerti setelah dijelaskan tentang mekanisme pekerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Mengakhiri aksinya, Ketua LSM Merah Putih pun memberikan surat kepada Sekretaris PUPPR dengan perihal Mohon Bantuan Pekerjaan di PUPRP Tala.

Dalam suratnya menyebutkan 7 buah nama kontraktor atau CV, namun keberadaannya selama ini hanya membayar pajak saja dan tidak pernah mendapat pekerjaan atau proyek dari Pemkab Tala.

Aksi mereka pun bubar dan tertib meninggalkan kantor PUPRP Tala, dan aparat dari Polsek Pelaihari dan Polres Tala pun ikut membubarkan diri pula.baz

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed