oleh

Cegah Covid-19, Tingkat Kepatuhan Protokol Kesehatan Diatas 70 Persen

Banjarmasin, BARITO – Penyebaran virus Corona hingga kini terus ditangani pihak Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan (TGTPP) Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dengan membentuk 1.000 relawan, Kamis (26/11/2020). Salah satu upaya pencegahan virus yang belum ada obatnya itu dengan gencar menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel mencatat, disilipn kesadaran masyarakat dalam menerapkan 3M cukup tinggi. Dari rata-rata tingkat kepatuhan terdapat sekitar 72 persen, warga memakai masker, sementara 77,5 persen Mencuci tangan pakai sabu air mengalir, kemudian 71,5 Menghindari kerumunan.

Karena itu wara diminta bila merasa tidak enak badan, sebaiknya minum obat dan istirahat di rumah. Sementara bila terkena virus Corona itu badan bisa bertahan sampai 24 hari, namun waktu 14 hari adalah masa penanganan yang harus dilakukan dengan cepat sebelum kritis.

Sedangkan Rahmat Shotyadi dari Dinas Kesehatan Kalsel menambahkan, virus Mahkota itu berasal dari negara China pada Maret lalu, dan masuk ke Indonesia April tadi. Hingga ke Kalsel yang sempat menjadi zona merah di beberapa kabupaten/kota. Bahkan harus menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kecil (PSBK)

“Untuk itu selama delapan bulan ini kita harus memutus mata rantai Covid-19 ini. Caranya disiplin 3M dijalankan dengan benar dan ajak keluarga, teman di kantor dan lingkungan sekitar,”ingatnya kepada sebanyak 25 relawan atau satu dari tiga kelas yang dibekali dalam Pelatihan Relawan Covid-19.

Dia mengingatkan, kalau percikan batuk itu jauhnya sampai1,5 meter, makanya diminta jaga jarak dan mengenakan masker. Sebab droplet itu bisa masuk melalui hidung, mata dan mulut. Masuknya virus itu terjadi secara langsung atau tanpa kontak fisik.

“Nah kalau penularan secara tak langsung itu yakni, melalui media lain. Seperti tidak disadari seseorang misalnya pinjam pulpen lalu tangannya mengucek mata dan hidung,”bebernya lantaran virus tidak terlihat oleh mata.

Dia juga menambahkan agar mengenakan masker dengan benar, yakni menutup hidung dan ganti setiap empat jam sekali dan sebaiknya masker Scuba juga tidak dipakai karena tidak memenuhi standar kesehatan WHO.

Kemudian untuk mencuci tangan itu juga harus benar-benar dilakukan, menurut standar dari WHO yakni cuci tangan itu ada enam langkah. Yakni dari telapak tangan, punggung tangan, disela-sela tangan, samping tangan serta jemari tengah telapak dilakukan minimal selama 20-30 detik.

Rahmat juga menyatakan, dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini juga jangan panik, tiga hal yang penting yakni, tingkatkan Iman, Aman dengan disiplin 3M sesuai pesan Ibu serta tambah Imun daya tahan tubuh dengan berbagai vitamin C dan sejenisnya.

Sedangkan Zainal dari Satpol PP Provinsi Kalsel menambahkan, agar masyarakat dapat menjalankan kebiasaan baru tersebut. Dengan adaptasi 3M sesuai Protocol Kesehatan, artinya ada aturan sesuai WHO dan prosedur yang dilaksanakan.

“Tujuan Prokes itu adalah untuk menekan penularan dan penyebaran virus. Cara mengatasinya juga agar warga disiplin dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), maksudnya tidur cukup minimal tujuh jam, 30 menit berjemur sinar matahari serta terapkan etika saat bersih, yakni menutup mulut atau paling aman pakai masker.

Penulis : Arsuma

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed