oleh

Cacing di Daging Haruan Resahkan Warga *Diteliti Balai Perikanan Budidaya Tawar

ADA cacing dalam ikan daging haruan hasil tangkapan warga Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut.(foto : basuki-brt)

Pelaihari, BARITO-Warga Desa Kandangan Lama RT 6 RW 3, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut dihebohkan adanya cacing sebesar benang di dalam daging ikan haruan (gabus). Hampir semua ikan haruan hasil tangkapan warga setempat mengandung cacing.

Masyarakat setempat yang memang menjadikan ikan gabus sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Mereka menangkapnya dengan cara memancing atau menjaring, yang mereka sebut dengan mendanau.

Ikan haruan itu mereka jual kepada pedagang ikan yang datang dari Pelaihari, Gambut (Kabupaten Banjar), dan Banjarmasin seharga Rp35.000 per kilogram.

Namun, beberapa hari belakangan ini, masyarakat dibuat resah karena ikan hasil tangkapan mereka mengandung cacing. Ketika ditemui wartawan bersama relawan Respon Cepat (RC) 113 Tala, Senin (27/8), beberapa warga Desa Kandangan Lama memperlihatkan ikan haruan hasil pancingan mereka di rawa Sanipah dan di sungai Padela, Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, yang merupakan tetangga Kecamatan Panyipatan.

Warga kemudian membelah salah satu ikan haruan menggunakan pisau, dan memperlihatkan adanya cacing yang masih hidup di daging ikan tersebut. Cacing sebesar benang jahit pakaian itu panjangnya sekitar 1 cm.

Cacing yang belum diketahui namanya itu juga terdapat didalam ikan haruan yang dijemur dan dikeringkan warga. Dengan mata telanjang, bisa dilihat cacing-cacing itu menyebar di daging ikan haruan kering.

Bustani, tokoh masyarakat Desa Kandangan Lama, yang juga mantan kepala desa setempat, menuturkan, adanya cacing dalam ikan haruan tersebut membuat warga resah. ‘’Adanya cacing dalam ikan haruan itu  sudah berlangsung selama sepekan ini,’’ ujarnya.

Menurut Bustani, ikan haruan bercacing ini juga ditemukan warga pemancing ikan di Desa Batu Tungku dan Desa Panyipatan. ‘’Dengan hebohnya kabar ikan haruan mengandung cacing, sekarang jangankan dijual, diberikan saja tak ada warga yang mau. Mereka takut mengalami gangguan kesehatan jika mengonsumsi ikan harua bercacing ini,’’ keluh Bustani.

Menurut Bustani lagi, cucunya pernah menggoreng ikan gabus yang mengandung cacing itu. ‘’Ternyata ketika dagingnya dikoyak, masih ada cacing-cacing yang belum mati.  Alhasil, ikan haruan itu dibuang, tak jadi disantap,’’ tuturnya.

Atas temuan cacing di dalam daging ikan haruan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala, melalui Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Teknologi Perikanan, Ir  M Daud mengatakan, biasanya dalam musim kemarau sekarang, kondisi lingkungan memang sangat tidak mendukung bagi kehidupan ikan. ‘’Ada kecenderungan ikan gampang terserang berbagai macam penyakit, salah satunya serangan cacing. Dan, ikan itu tidak bisa bertahan secara normal,’’ terangnya ketika dikonfirmasi Barito Post, Selasa (28/8).

Daud mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan penyuluh. ‘’Selanjutnya sampel ikan haruan yang ada cacingya itu kami bawa ke Balai Perikanan Budidaya Tawar di daerah Mandiangin, Kabupaten Banjar, yang lengkap alatnya untuk diteliti,’’ terangnya.

Sementara menunggu hasilnya, dia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mengonsumsi dulu ikan haruan yang jelas-jelas terkontaminasi cacing tersebut.baz

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed