oleh

Bidik Kaum Milenial, Daihatsu Hadirkan Ayla dan Sirion Baru

Jakarta, BARITO – Daihatsu resmi meluncurkan Ayla dan Sirion Baru di Jakarta akhir pekan lalu. Kehadiran kedua varian Daihatsu diperkenalkan secara khusus untuk membidik kaum milenial.

Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Supranoto menyebutkan, kehadiran Ayla dan Sirion baru ini untuk menjawab kebutuhan kalangan milenial terhadap mobil sporty yang tampil lebih berani.


“Makanya warna yang ditawarkan juga warna-warna kekinian,” tuturnya di Jakarta, Sabtu (21/3).

Sejak diluncurkan pertama kali tahun 2013, Ayla terjual lebih dari 214.000 unit hingga Februari 2020. Sementara Sirion, yang diluncurkan pertama kali pada 2007 hingga Februari 2020 terjual lebih dari 35.000 unit.

Kehadiran wajah baru Ayla dan Sirion diyakini akan disambut positif oleh konsumen di tengah merebaknya virus Corona (Covid-19). Pasalnya, pada situasi seperti itu, konsumen membutuhkan mobil sangat fungsional, nyaman digunakan, dan harganya relatif terjangkau.

Ayla baru dibandrol seharga Rp 101.650.000,- hingga Rp 159.400.000,- OTR. Sedangkan, Sirion baru dibandrol Rp 200.100.000,- sampai 214.850.000,- OTR

Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai, walaupun ada wabah Covid-19, pelaku industri otomotif harus tetap optimistis. Sejumlah strategi bisa dilakukan untuk membangkitkan perekonomian nasional.

“Optimisme harus dijaga. Spirit itu jangan dilepaskan. Jangan pasrah dengan situasi seperti sekarang. Apalagi ini baru kuartal pertama. Mudah-mudahan kuartal kedua membaik, lalu kuartal ketiga dan keempat bisa mengejar ketertinggalan. Kalau sekarang sudah patah semangat, nanti mau mengejarnya bagaimana?” ujar dia.

Menurut dia, kebutuhan alat transportasi masih sangat tinggi. Makanya, peluang industri otomotif masih besar, walaupun dibayang-bayangi wabah Covid-19.

Dikatakan, dengan adanya pembatasan aktivitas masyarakat ke ruang publik, pabrikan perlu strategi baru. Diakui, kesempatan masyarakat mengunjungi showroom nyaris tidak dimungkinkan. Namun, memperkenalkan produk tidak harus melalui pertemuan di showroom, banyak cara bisa dilakukan, salah satunya lewat media sosial.

Saluran Digital

Langkah itu juga diterapkan Daihatsu. Supranoto mengatakan, untuk sementara pihaknya mengalihkan semua pemasaran melalui saluran digital. Hal itu untuk mendukung kebijakan pemerintah mengatasi penyebaran Covid-19.

Menurut dia, melalui saluran digital, konsumen bisa memperoleh penjelasan mengenai kendaraan yang diingini. Jika konsumen serius ingin membeli, baru ditindaklanjuti tenaga pemasaran.

“Kita tetap harus menjalankan bisnis seperti biasa karena kita memiliki tanggung jawab terhadap para karyawan. Tentunya dengan tetap mengikuti arahan dari pemerintah. Prinsipnya, kesehatan dan keamanan konsumen dan karyawan prioritas utama,” kata Supranoto.

Sementara itu, Marketing and CR Divisian Head AI-DSO Hendrayadi Lastiyoso menjelaskan, Ayla baru hadir dengan sejumlah perubahan. Hal itu tampak dari tampilan luar, interior, dan penambahan fitur baru. Ayla baru yang tampil lebih sporty dan modern itu memang dikemas untuk memenuhi calon konsumen berjiwa muda. Salah satunya desain interior yang didominasi warna hitam agar tampak lebih sporty.

Sedangkan untuk Sirion, penambahan aerokit dan side stone guard baru, menjadikan eksterior Sirion baru tampak lebih segar. Sirion baru juga dilengkapi audio lebih besar dan fitur lebih canggih seperti mirror link.

Ia optimistis Ayla dan Sirion bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Apalagi melihat penjualan positif selama ini. Berdasarkan data yang dilansir manajemen Daihatsu di Indonesia, pada 2019, penjualan ritel Daihatsu Ayla 23.608 unit, sedangkan Sirion pada 2019 membukukan penjualan ritel sebesar 1.462 unit.

Keduanya memang membidik keluarga muda yang potensial. Saat ini, kebanyakan keluarga muda kelas menengah memilih tinggal di pinggiran kota. Hal itu karena kian mahalnya harga tanah dan rumah di kota-kota besar. Mereka tetap membutuhkan kendaraan untuk mendukung mobilitas keluarga. Hanya saja, pilihan kendaraan bukan level premium tetapi mobil yang fungsional, nyaman, dan harganya terjangkau.

Hal itulah mengapa, mobil kompak seperti Ayla tercatat memiliki pangsa pasar tinggi. Seperti di Kalimantan dengan pangsa pasar 18,2%, lalu di Indonesia Bagian Timur (IBT) sebesar 16,17%, lalu di Jawa Timur dengan pangsa pasar 22,34%, juga di Sumatera dengan pangsa pasar 13,55%.

Sementara itu, kendati pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 diprediksi akan terkoreksi di level 4,2-4,6%, namun di sejumlah daerah tetap optimistis akan mengalami pertumbuhan positif. Di Lampung misalnya, pertumbuhan ekonomi 2020 diprediksi berada di posisi 5,3-5,7% atau sedikit lebih rendah dari pertumbuhan 2019 yakni 5,27%. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan 2020 diprediksi berada di posisi 5,7-6,1%. Hal ini didorong oleh investasi strategis nasional.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi memperkirakan penjualan otomotif tahun ini akan turun akibat dampak Covid-19. Namun, dia belum bisa menyebutkan angka pastinya mengingat kasus pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi kapan berakhirnya.

Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang Januari hingga Desember 2019, total penjualan ritel otomotif nasional sebanyak 1,04 juta unit. Jumlah itu turun dari tahun 2018 yang sebanyak 1,15 juta unit.

Penulis: ril/Salman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed