oleh

ASN Bukan Warga Miskin, Mukhyar Minta Jangan Pakai Si ‘Melon’

Banjarmasin, BARITO – Upaya Pemko Banjarmasin mengurangi masalah kelangkaan gas elpiji 3 kg terus digulirkan. Salah satunya dengan meminta
Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak memakai gas yang dijuluki si ‘melon’ itu.

Meskipun demikian, hal tersebut hanya bersifat imbauan. Berbeda dengan sikap yang ditegaskan Pemerintahan Tanah Laut yang menindak tegas ASN-nya dengan pemotongan tunjangan 50 persen bila kedapatan menggunakan elpiji 3 kg.

Surat edaran imbauan terkait hal itu telah disampaikan sejak tahun 2015 yang lalu, untuk tidak memakai bahan bakar gas bersubsidi ukuran 3 Kg yang seharusnya diperuntukkan kepada orang miskin.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Banjarmasin, Mukhyar mengingatkan lagi agar seluruh ASN di bawah Pemko Banjarmasin untuk tidak ikut memakai gas elpiji 3 Kg.

“Kita ingatkan lagi agar ASN jangan menggunakan elpiji bersubsidi ini. Apalagi sekarang terjadi kelangkaan,” ucapnya saat ditemui awak media di lobby Balai Kota Banjarmasin, Senin (22/02) siang.

Menurutnya, ASN seyogyanya beralih menggunakan gas elpiji lain. Misalnya ukuran 5,5 kilogram atau gas dengan tabung nonsubsidi.

Mengingat saat ini stok gas melon tersebut jumlahnya terbatas, dan hanya ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Elpiji itu kan untuk mereka berpenghasilan rendah. Jadi kami imbau agar ASN tidak ikut menggunakannya,” tambahnya lagi.

Disinggung mengenai adakah sanksi bagi ASN yang terbukti menggunakan elpiji 3 kilogram, Mukhyar tidak bisa menjawabnya dengan jelas. Itu dikarenakan hal ini sifatnya berupa imbauan.

“Kita belum dapat informasi ada ASN yang menggunakan elpiji 3 kilogram. Karena sifatnya cuma imbauan jadi tidak ada sanksi juga,” tutupnya.

Penulis: Hamdani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed