oleh

Ancam Demo, Para Sopir Minta Pelangsir dan Pungli Ditertibkan

Sebagian dari para sopir truk yang akan turun ke jalan melakukan demo dengan memarkir truk mereka disepanjang jalan Sudirman. (zainal/brt)

 Sampit,BARITO – Sulitnya mendapatkan BBM solar di SPBU dalam kota Sampit, membuat para sopir mengancam demo dengan menurunkan 400 truk angkutan material dan barang di Jalan Sudirman untuk diparkirkan .

Ancaman demo memarkirkan truk tersebut disebabkan pengisian solar sopir terbebani oleh pungutan liar (pungli) terlalu besar oleh oknum yang bercongkol di SPBU.

Disamping adanya pungli, para sopir juga merasa terganggu oleh kehadiran pelangsir dalam pengisian BBM solar bersubsidi. Mereka merasa pelangsir dalam mengisi solar di SPBU diluar batas kewajaran, sementara para sopir angkutan umum mengisi dibatasi oleh oknum petugas SPBU.

Sambastion (56) salah seorang sopir truk angkutan umum dalam kota Sampit, mengatakan, beban yang terlalu berat yang dirasakannya setiap mengisi BBM solar bersubsidi diantaranya, banyaknya setoran dan pungutan di SPBU tersebut.

“Jangan harap kalau para sopir yang tidak menyetor akan mendapatkan giliran mengisi BBM solar, di sana ada oknum yang mengatur layaknya seperti aparat saja.” Ujar Sambastion yang mengaku akan menjadi koordinator demo nantinya kepada Barito Post, Selasa (30/10).

Diungkap Sambastion, rencana demo menurunkan 400 truk dipastikan dalam waktu dekat dalam minggu ini demo sudah dilakukan para sopir.

“Yang pasti sementara ini kami telah menyusun yang akan kami sampaikan kepada pihak DPRD Kotim, Polres Kotim dan Pemda Kotim.” Katanya

Ucapan yang sama juga disampaikan Darman sopir truk Dam ini, padahal hanya setiap dua hari sekali dirinya mengisi BBM solar. Giliran antri dari pagi sampai siang, dirinya terkadang tidak dapat jatah mengisi solar tapi kalau ada setoran yang cukup besar sudah dipastikan solar dapat diisi dalam truknya.

“Saya mengharap sekali kepada aparat untuk bisa menertibkan pelangsir dan pungli disetiap SPBU dalam kota Sampit tanpa terkecuali,” pinta Darman kepada pihak terkait.

Lain lagi apa yang dikatakan oleh Mataji yang juga bekerja sebagai sopir truk ini, pungli yang terjadi di SPBU tentunya ada oknum yang membackingi. Menurut Mataji pungutan itu tidak sedikit jumlahnya, lalu kemana hasil pungutan itu mengalir.

“Putuskan mata rantai para pelangsir dan pungli ini, kalau tidak tindak tegas mereka itu,” ucapnya. zai/ahy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed