oleh

Anang Rosadi Dipanggil Ditreskrimsus Polda Kalsel terkait Postingan Video di FB

Banjarmasin, BARITO – AKTIVIS Kalsel Ir Anang Rosadi dipanggil  Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Kalsel terkait postingan video di akun Facebook pribadinya Anang Rosadi Adenansi pada Selasa (8/12/2020).

Panggilan yang  dilayangkan kepada mantan anggota DPRD Kalsel periode 2004 – 2009 itu untuk  diminta klarifikasi sehubungan dengan postingan di akun  FB yang berisi rekaman video diduga  dirinya  menuntut Presiden Jokowi  dan Wakil Presiden KH Maruf Amin  mundur terkait  insiden penembakan di Tol Cikampek yang  menewaskan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI )  Senin (7/12) dini hari lalu.

Dalam video berdurasi 5 menit 2 detik itu terlihat pria diduga Anang Rosadi  mengenakan peci hitam dan mengenakan jaket bahan kain itu dengan berapi api menuding tindakan pemerintah dalam hal ini kepolisian merupakan tindakan barbar.

Pada video itu pria terduga Anang Rosadi yang mengaku tak berafiliasi baik dengan Habib Riziek Shihab (HRS) maupun FPI itu dalam rekaman menyesalkan kejadian itu” Tidak seharusnya pemerintah memperlakukan rakyat seperti itu , seperti teroris bahkan lebih dari teroris ” ucapnya seraya menggebrak meja seperti terekam dalam video.

Video itu sendiri menyebar melalui pesan WhatsApp termasuk surat panggilan dari Ditreskrimsus yang meminta Anang Rosadi memenuhi panggilan pada Jumat (11/12/2020) pukul 14.00 WITA .

Penelusuran Barito Post di akun FB Anang Rosadi Adenansi, postingan video tersebut  telah dibagikan 15 kali dan mendapat 125 komentar dan 125 like .

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto dikonfirmasi menjelaskan  pemanggilan terhadap putra tokoh eksponen 66 (alm) H Anang Adenansi  hanya sebatas klarifikasi .

“Jadi kalau ada informasi yang beredar itu, biasa orang bereaksi dan biasanya (Klarfikasi) akan menyampaikan maksud dan tujuannya apa tinggal itu masuk UU ITE atau tidak, namun secara umum semuanya  kondusif ” ujar Kapolda kepada wartawan usai sholat Jumat di Masjid Polda Kalsel , Jumat (11/12/2020) siang .

Mantan Kapolda Maluku Utara ini mengatakan jika ada yang kurang tepat terkait kejadian di Jakarta  semuanya sudah diserahkan ke hukum.

Penulis : Mercurius

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed