oleh

Ada Peringatan Valentino Rossi di Handil Negara

Pelaihari,BARITO – Warga Desa Handil Negera di Kecamatan Kurau memberikan peringatan bagi siapa saja yang hendak menuju desa yang masih belum surut banjir ini agar berhati-hati saat melintas menggunakan roda 2 atau roda 4, karena salah perhitungan maka akan terperosok kedalam kubangan yang cukup dalam kondisi banjir.

Bahkan peringatan itu melibatkan pembalap Moto GP kenamaan Valentino Rossi dari negara Italia dengan tulisan “Jangan Laju-Laju, Rossi Pernah Tacalubuk Disini” (Jangan Laju Rossi Pernah Jatuh Disini. red). Tulisan tersebut dipasang dekat persimpangan menuju ke Desa Kali Besar sebagai desa tetangga Desa Handil Negera.

Lantas apakah valentine Rossi pernah datang ke Desa Handil Negara dan terjatuh ?

Menurut salah satu warga, tulisan itu hanya untuk memberikan peringatan agar siapa saja berhati-hati saat melintasi jalan desa menggunakan roda 2 dan 4 atau pejalan kaki, tim evakuasi atau pengiriman logistik karena aspalnya sudah mulai terkoyak, sehingga bisa membuat siapa saja terjatuh dalam suasana banjir jika terperosok.

Pada desa ini, saat puncaknya banjir ketinggian air bahkan lebih dari 1 meter, dan diakui warga untuk berangsur-angsur surut pun sangat lambat. Desa Handil Negara merupakan daerah rendah dengan Desa Kali Besar sebagai desa tetangganya, dan kiriman banjir dari Kecamatan Bati-Bati.

Kaharudin warga Desa Handil Negara Rt 3 Senin, (25/1) mengatakan, banjir ini sudah berlangsung selama 1 setengah bulan tepatnya pada bulan Desember 2020 lalu.

“Banjir lebih diperparah saat puncaknya dibulan Januari 2021 ini, dan mau tidak mau harus mengungsi karena ketinggian air yang cukup tinggi. Namun untungnya bantuan logistik masih bisa didapatkan dengan menggunakan sarana kapal motor kecil (Klotok),”ungkapnya.

Ditempat yang sama Kades Handil Negara Supian Sauri mengungkapkan, beginilah keadaan desa yang sudah selama 1 bulan banjir tak kunjung surut, terlebih adanya tambahan banjir yang memuncak itu semakin memperparah keadaan dengan ketinggian saat itu 120 cm.

“Saat ini masih ada sekitar 30 persen warga dari 220 KK yang belum kembali kerumahnya masing-masing. Menyangkut logistik kewarga terdampak banjir dapat berjalan dan terdistribusi, karena masih bisa menggunakan Klotok milik warga untuk jalur transportasi air, sehingga warga terdampak tidak ada yang kelaparan, dan kalau stok logistik menipis kembali dimintakan ke posko-posko atau dapur umum terdekat, termasuk obat-obatan tergantung apa yang menjadi kebutuhan warga,”jelasnya.

Ia menambahkan, keperluan warga yang utama adalah air bersih, dan memang ada rencana mobil tanki air bersih masuk kedesa ini, akan tetapi selama belum bisa masuk diberikan air mineral kemasan. Ditahun 2015 lalu juga pernah dilanda banjir, namun tahun ini yang paling parah, tutupnya.

Untuk mengamankan logistik, sebuah mesjid pun dijadikan tempat penyimpanan, kendati didalam ruang masjid Nurul Hidayah juga terisi air akan tetapi dibuatkan lantai tiang.

Penulis: Basuki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed